Sabtu, 25 Mei 2013
Rabu, 15 Mei 2013
Mobil Minibus (Himpak) Jatuh Ke Jurang
Subulussalam – Mobil bus antar provinsi Medan – Subulussalam dikabarkan jatuh tadi pagi sekira pukul 04.30 WIB di daerah Gampong Lae Ikan Kecamatan Penanggalan Kota Subulussalam Sabtu, (11/5/2013). Enam penumpang dan satu orang supir, yang berangkat dari Medan menuju Subulussalam, Aceh berada dalam bus yang naas itu. Hingga berita ini diturunkan bangkai bus tersebut belum ditemukan.
Pukul 17. 40 sore tadi, dua penumpang berjenis kelamin perempuan sudah ditemukan dengan keadaan tidak bernyawa di daerah sungai Lae Kombih Gampong Dasan Raja yang jaraknya 5 km dari tempat terjadinya kecelakaan.
Sampai saat ini identitas korban dan jenis mobil yang jatuh itu belum dapat diketahui. Pihak Kepolisian, Tim SAR dan Tagana masih mencari korban yang belum ditemukan. Dua Korban kini dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Subulussalam untuk diotopsi.
Sepanjang jembatan Gampong Dasan Raja, terlihat disana ratusan masyarakat bekerumun menunggu korban mobil tersebut. Korban pertama ditemukan oleh seorang warga setempat saat memancing ikan dipinggir sungai. Melihat mayat hanyut, dia langsung lari dan memberitahukan kepada warga lainnya.
Sedangkan mayat kedua ditemukan oleh pihak Tim SAR dan Tagana (theglobejournal)
Masyarakat dan Tim Search and Rescue (SAR) Kota Subulussalam, sekitar pukul 12.00 WIB, Selasa (14/5) kembali menemukan satu jenazah korban tragedi mobil penumpang DR HIMPAK yang terjun ke jurang sedalam 120 meter. Mayat tersebut bernama M Safri (8 tahun), murid SD Negeri 6 Subulussalam, ditemukan warga mengapung di Sungai Kombih tepatnya Desa Kampung Baru, Kecamatan Penanggalan atau sekitar tujuh kilometer dari lokasi peristiwa.
Jenazah tersebut ditemukan pertama kali oleh masyarakat setempat yang sedang berada tak jauh dari sungai. Lalu informasi penemuan mayat dikabarkan kepada warga lainnya termasuk unsur pemerintah setempat dan tim SAR.
Mayat yang telah membusuk tersebut dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) untuk divisum. Almarhum merupakan anak pertama Syahyadin Cibro (40) guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Subulussalam yang juga ikut dalam musibah tragis tersebut dan hingga kini belum ditemukan jasadnya
Bocah malang itu merupakan satu dari delapan penumpang armada L300 milik pengangkutan CV DR HIMPAK, yang terjun ke jurang sedalam 120 meter di Kawasan Kedabuhen, Desa Lae Ikan, Kecamatan Penanggalan, Sabtu (11/5/2013). Sang bocah bersama ayah bunda dan seorang adik perempuannya berusia lima tahun baru saja pulang dari Medan dengan menumpang mobil dengan nomor pintu 802 itu.
Jenazah bocah malang itu telah dibawa ke rumah duka di Jalan Teuku Umar persis di samping Swalayan Habsah untuk divisum dan disambut dengan isak tangis sanak famili yang telah menunggu.
Dengan penemuan mayat tersebut, maka sudah enam dari delapan penumpang termasuk sopir ditemukan. Sebelumnya, warga juga menemukan mayat perempuan yang diidentifikasi bernama Fatiah Nurul Azija berusia 5 tahun (anak Sahyadin Cibro yang juga korban dan belum ditemukan). Lokasi penemuan jenazah bocah malang ini tidak jauh dari jasad sang abang atau bertaut hanya ratusan meter.
Sementara dua korban lainnya yakni sopir bernama Manggorom Bancin 40 tahun sopir penduduk Desa Nantambar, Kecamatan STTUJ atau Sibande, Pakpak Bharat, Sumatera Utara dan Sahyadin Cibro 40 Guru MAN warga Subulussalam hingga berita ini masih misteri. Selain itu, fisik kendaraan naas tersebut juga belum ditemukan karena tidak adanya penyelam yang berani mencari ke dasar sungai lantaran arusnya sangat deras.
Sesuai jadwal, upaya pencarian berlangsung selama lima hari dan akan berakhir pada Rabu (15/50) hari ini. Namun, menurut Wakapolres Aceh Singkil Kompol Juprisan Pratama Ramadhan Nasution, SIK yang dikonfirmasi Serambi, Senin (13/5) petang proses pencarian dapat dilanjutkan bila masih ada yang belum ditemukan. Pihak keluarga berharap, upaya pencarian terus dilakukan mengingat masih ada korban yang belum ditemukan.
Seperti diberitakan, satu unit mobil penumpang L-300 dari perusahaan CV DR Himpak (Dairi Raya Himpunan Masyarakat Pakpak) terjun ke jurang sedalam lebih 120 meter di kawasan Kedabuhen, Desa Lae Ikan, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, Sabtu (11/5) pagi.
Dalam tragedi ini, empat penumpangnya ditemukan tewas mengapung di aliran sungai Lae Kombih sedangkan empat lainnya—termasuk sopir—masih dalam pencarian. Menurut Kapolres Aceh Singkil melalui Kabag Ops Kompol Sutan Siregar, dugaan sementara musibah mobil jatuh tersebut akibat sopir mengantuk.
by : shugie hamdhani shuniel
memandangmu****** cpt: shugie hamdhani shuniel
sejak pertama ku memandangmu
betapa senang hati kurasakan
tersirat rasa ingin memilikimu
merindukanmu di sepanjang waktuku
kini kembali ku memandangmu
terasa hal yang beda dihatiku
kukatakan rasa cinta kepada dirimu
kuberharap kau terima cintku
R: aku kan menjaga dirimu
e: menjadikanmu cinta terakhirmu
e: cinta kita kan abadi selamanya
F: SAMPAI AKHIR MASA-MASA KITATENTANG KAMI
sejak pertama ku memandangmu
betapa senang hati kurasakan
tersirat rasa ingin memilikimu
merindukanmu di sepanjang waktuku
kini kembali ku memandangmu
terasa hal yang beda dihatiku
kukatakan rasa cinta kepada dirimu
kuberharap kau terima cintku
R: aku kan menjaga dirimu
e: menjadikanmu cinta terakhirmu
e: cinta kita kan abadi selamanya
F: SAMPAI AKHIR MASA-MASA KITATENTANG KAMI
lisma nila bahri
Langganan:
Komentar (Atom)







